Bukan Hasil Akhir..




Akhir-akhir ini, ada satu pertanyaan naif dari orang-orang sekitarku, yang kadang secara tidak langsung melemahkan semangat perjuanganku. “Kenapa orang kecil seperti kamu mesti kerja habis-habisan? Toh, gajinya cuma segitu-gitu juga”.

Dalam sujud panjangku semalam, ingatanku kembali melayang ketika masih di kampung dulu. Dulu, aku sering ikut orang tua pergi ke pasar pagi, pada pukul dua pagi untuk menjual hasil panen. Bertemu dengan manusia-manusia sederhana, tukang gorengan, penyapu jalan, petugas pembersih toilet, buruh tani, dll.

Apakah mereka akan mendapatkan hasil besar? Tidak..!! Meskipun mereka tahu bahwa tidak mungkin untuk mendapatkan pendapatan sejumlah miliaran atau sekedar ratusan ribu rupiah saja, namun mereka tetap melangkah, ikut terlarut dalam geliat hidup.

Dalam dunia nyata, setiap orang tahu, ada sejumlah hadiah disediakan bagi mereka yang berkoneksi sangat kuat. Bermodal teramat besar. Dan berkedudukan begitu tinggi. Namun, jika saja orang-orang yang tidak memiliki semua keistimewaan itu memilih untuk berhenti sebelum bertanding, kehidupan mungkin akan berubah menjadi sebuah ironi ketidakberdayaan.

Aku jadi sungguh merasa malu. Karena aku yang notabene lebih beruntung seringkali menyia-nyiakan potensi. Terlalu mudah untuk berkeluh-kesah. “Untuk apa bekerja jika dibayar dengan upah murah? Cuma membuat kaya para pengusaha saja! “Ngapain susah-susah jika gaji cuma segini?”

Padahal, orang tua sudah menyekolahkan dengan bersusah payah, mengumpulkan rupiah, demi rupiah, dengan terengah-engah. Supaya aku bisa jadi “orang”. Namun, setelah lulus? Setiap kali dihadapkan pada jalan yang menanjak sedikit saja, sudah cepat merasa lelah. Ketika tersandung dengan kerikil kecil saja, sudah mengeluh seolah kehilangan kaki sebelah. Mungkin, bukan peristiwanya yang menjadi musibah, tetapi sikap. Astaghfirullah…

Ya Rabb, jadikanlah aku ada dalam barisan hamba-hamba-Mu yang mampu memenuhi & menunaikan panggilan hidup, dengan segenap bekal yang telah Kau amanahkan dalam diriku. Panggilan hidup untuk menjalani kehidupan itu sendiri, jauh dari rasa takut & khawatir tentang hasil akhirnya…

Tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Bukan Hasil Akhir..

  1. Ebi says:

    Armeeet.. Tulisannya inspiring… Ikut meng-aminkan doamu.. 😀

Leave a Reply