Diriku oh, Diriku…

merenungi kefanaan diri

Apa yang kau cari wahai diriku?
Bukankah sudah banyak nikmat yang ditampakkan
Bukankah sudah banyak pelajaran diajarkan
Bukankah sudah banyak kegelisahan dihiburkan
Bukankah sudah banyak keraguan yang dinyatakan

Apa lagi yang kau harapkan wahai nafsuku?
Bukankah sudah begitu banyak kesia-siaan kau tawarkan
Bukankah sudah banyak celah kemaksiatan kau longgarkan
Bukankah sudah begitu banyak keraguan kau persembahkan
Bukankah sudah begitu banyak kegelapan kau hamparkan

Siapakah sesungguhnya engkau wahai diriku?
Kau diberikan amanat namun tidak kau amalkan
Kau diberikan kepercayaan namun kau sia-siakan
Kau diberikan kesempatan namun kau hambur-hamburkan

Terlalu banyak kata-kata yang terhambur mubadzirkan
Terlalu banyak penungguan yang meninabobokan
Terlalu banyak istirahat yang mengeroposkan

Kesunyian yang diberikan kepadamu tidaklah kau iringi dengan kefanaan
Namun kau isi dengan pengharapan dan penyesalan

Begitu banyak kenikmatan kau anggap sebagai kehinaan
Begitu banyak kesempatan kau anggap sebagai kesempitan
Begitu banyak keuntungan kau anggap sebagai kerugian
Begitu banyak kebahagiaan kau anggap sebagai kesedihan

Wahai diri yang memiliki nafsu
Apa yang kau inginkan?
Gelombang arus mana yang akan kau tempuh?
Ataukah kau akan biarkan arus yang membawamu?

Ribuan riak arus telah kau tempuh
Ribuan kesegaran pula telah terhembus
Ribuan kedinginan pun telah menggigilkan tiang kesabaranmu

Wahai diriku…..
~Astaghfirullaah…

Tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply