Ketika DIA bertanya..

“Fabiayyi aalaaa i rabbikuma tukadzdzibaan”..

Sudah tiga malam berturut-turut, Mesjid di sebelah rumah selalu memutar ayat yang sama saat menjelang Subuh.. Perlahan, mengiringi datangnya fajar. Dan, ketika mendengarnya sekarang, Ayat dalam surat Ar-Rahman tsb terasa sangat “meyesakkan”.. Dan, itu membuatku berpikir. Apakah Engkau sedang “bertanya” padaku, Ya Rabb..??

Ku ambil Wudhu’, lalu melangkah tenang dalam buaian Tahajjud, dan merenung panjang. Dingin terasa perlahan menelusup dalam simpul saraf yang menegang menantang perjalanan hidup..  Perjalanan hidup..  Perjalanan yang terasa panjang dan melelahkan. Tak terasa 23 tahun terlewati. Kini saya di sini merasa belum menjadi siapa-siapa.

Langkah takdir membawaku kesini. Keluar untuk mencari bekal ilmu dengan harapan besar untuk penghidupan yang lebih baik secara materi. Kemudahan demi kemudahan membuaikan perjalananku. Panggilan-Nya tidak lagi merengkuh hati untuk segera menghadap, Detik detik malam pun berlalu dalam hening tanpa sujud yang menemaninya. Semuanya berjalan begitu saja, dan hampa.

“Fabiayyi aalaaa i rabbikuma tukadzdzibaan”

Seperti roda pedati, perjalanan hidup adakalanya di atas, ada kalanya ia terjungkir ke bawah bersama kerikil dan lumpur. Lantas apakah aku harus menyalahkan Allah akan kondisiku yang sedang ada di bawah? Mengapa kesulitan ini semakin terasa begitu menghimpit, Ya Rabb? Apa sesungguhnya yang sedang Kau tunjukkan padaku?

Ketika Allah bertanya, “Fabiayyi aalaaa i rabbikuma tukadzdzibaan”.. “Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”, aku cuma bisa termenung merenungi jawabannya.. Ya Allah, Astaghfirullah…

Masih bersimpuh di atas sajadah, saya merasakan ada nikmat. Nikmat yang mungkin sudah terlupakan. Nikmat syukur, karena Dia masih memberiku kesempatan untuk ditanya..

Tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Ketika DIA bertanya..

  1. hendrahermadin says:

    nice… thx 4 sharing…

Leave a Reply to hendrahermadin Cancel reply