Menjadi Calon Imam Untukmu..

Ukhtiku..
Aku belum tahu, apa namamu pernah terucap dalam serak suaraku,
Aku belum tahu, apa asal usulmu pernah hadir dalam diskusi kehidupanku
Aku belum tahu, apa wajahmu pernah mampir dalam mimpi-mimpiku
Namun hidupmu akan selalu mengaliri semangatku
Sebab, kau adalah hadiah agung dari Tuhan..
..Untukku

Ukhtiku..
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang,
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda,
Tolong jangan paksa aku, aku hanya ingin berkarya..
Karena hidup itu bukan hanya untuk memikirkan siapa jodoh kita.
Tapi, berpikir akan membangun visi & hidup seperti apa bersama jodoh kita..

Ukhtiku..
Aku masih dalam proses pembelajaran, muridnya si guru kehidupan..
Belajar untuk konsisten dalam perjuangan hidup..
Belajar agar kelak mampu menjadi Imam yang kamu syukuri kehadirannya..
Dan, adalah sangat tidak adil bagi hidupmu,
jika aku membebanimu dalam lingkaran ketidakmatanganku sekarang..

Ukhtiku..
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah
Aku akan datang, tapi memang tidak sekarang,
Karena jalan ini masih panjang..
Resah hati itu kadang memang datang tanpa diundang,
Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan..
Tapi, karang asaku tiada ‘kan terkikis dari panjangnya jalan perjuangan,
hanya karena sebuah kegelisahan..
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan,
Keputusan besar untuk datang kepadamu..
Karena, siapa aku, bukan hanya dari apa yang ada di dalam hatiku,
Tapi juga tercermin dari sikap & langkahku..

Ukhtiku..
Aku akan belajar untuk mampu berbicara benar padamu,
dan bukan hanya sekedar membenarkan kata-katamu..

Continue reading

Ya Allah, Lapangkanlah, Ya Rabbi..

sujud memohon pertolongan-Nya


Ya Allah,
Perbaikilah kehidupan religiku, yang ia adalah benteng bagi segala urusanku..
Perbaikai urusan duniawiku yang padanya kehidupanku..
Perbaikilah akhiratku, yang kepadanya tempatku kembali..
Jadikanlah hidup ini sebagai lahan uapayaku menambah segala kebajikan,
dan jadikanlah mati sebagai titik henti bagiku dari segala keburukan..


Ketika permasalahan hidup membelit, kebingungan, dan kegalauan mendera..
Ketika gelisah jiwa menghempas-hempas,
Ketika semua pintu solusi terlihat buntu,
Dan kepala serasa mau meledak: tak mengerti apalagi yang mesti dilakukan..
Tak tahu lagi jalan mana yang harus ditempuh..
Hingga dunia terasa begitu sempit dan menyesakkan..

Ketika kepedihan merujit-rujit hati..
Ketika kabut kesedihan meruyak, menelusup ke dalam sanubari..
Atas musibah-musibah yang beruntun mendera diri..
Apalagi yang dapat dilakukan untuk meringankan beban perasaan?
Apalagi yang dapat dikerjakan untuk melepas kekecewaan?

Continue reading

Diriku oh, Diriku…

merenungi kefanaan diri

Apa yang kau cari wahai diriku?
Bukankah sudah banyak nikmat yang ditampakkan
Bukankah sudah banyak pelajaran diajarkan
Bukankah sudah banyak kegelisahan dihiburkan
Bukankah sudah banyak keraguan yang dinyatakan

Apa lagi yang kau harapkan wahai nafsuku?
Bukankah sudah begitu banyak kesia-siaan kau tawarkan
Bukankah sudah banyak celah kemaksiatan kau longgarkan
Bukankah sudah begitu banyak keraguan kau persembahkan
Bukankah sudah begitu banyak kegelapan kau hamparkan

Continue reading

Mencintai semampuku

heartallah

Sebuah doa yang sangat menyentuh..
Pertama kali membacanya, air mata awak menetes tak terasa..
Berkali-kali pun awak baca setelah itu, selalu memberi kesejukan bagi hati..

Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu…
Lembar demi lembar kitab kupelajari…
Untai demi untai kata para ustadz kuresapi…
Tentang cinta para nabi,
Tentang kasih para sahabat,
Tentang mahabbah para sufi,
Tentang kerinduan para syuhada..


Tapi Rabbii,
Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu…
Aku sangat jauh dari mencintaiMu dengan cinta yang paling utama itu, Ya Rabb..


Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii,
Perkenankanlah aku mencintaiMu Sebisaku
Dengan segala kelemahanku

Continue reading