Ya Allah, Lapangkanlah, Ya Rabbi..

sujud memohon pertolongan-Nya


Ya Allah,
Perbaikilah kehidupan religiku, yang ia adalah benteng bagi segala urusanku..
Perbaikai urusan duniawiku yang padanya kehidupanku..
Perbaikilah akhiratku, yang kepadanya tempatku kembali..
Jadikanlah hidup ini sebagai lahan uapayaku menambah segala kebajikan,
dan jadikanlah mati sebagai titik henti bagiku dari segala keburukan..


Ketika permasalahan hidup membelit, kebingungan, dan kegalauan mendera..
Ketika gelisah jiwa menghempas-hempas,
Ketika semua pintu solusi terlihat buntu,
Dan kepala serasa mau meledak: tak mengerti apalagi yang mesti dilakukan..
Tak tahu lagi jalan mana yang harus ditempuh..
Hingga dunia terasa begitu sempit dan menyesakkan..

Ketika kepedihan merujit-rujit hati..
Ketika kabut kesedihan meruyak, menelusup ke dalam sanubari..
Atas musibah-musibah yang beruntun mendera diri..
Apalagi yang dapat dilakukan untuk meringankan beban perasaan?
Apalagi yang dapat dikerjakan untuk melepas kekecewaan?

Ketika kesalahan tak sengaja dilakukan..
Ketika beban dosa terasa menghimpit badan..
Ketika rasa bersalah mengalir ke seluruh pembuluh darah..
Ketika penyesalan menenggelamkan diri dalam air mata kesedihan..
Apa yang dapat dilakukan untuk meringankan beban jiwa ini?

Lalu aku ingat sebuah ayat yang telah lama terlupakan..
Allah berfirman,
“Barangsiapa bertakwa kepada-Nya, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq 2-3)..

Rasulullah bersabda,
“Ikutilah kesalahan dengan amal baik, niscaya ia akan menghapus dosa-dosamu.”

Juga sebuah nasehat dari Ibnul Jauzi
Ia pernah berkata,
“Aku pernah dihimpit permasalahan yang membuatku gelisah dan galau berlarut-larut. Kupikirkan dan kucari solusi dengan segala cara dan usaha.
Tapi aku tidak menemukan satu jalan pun untuk keluar darinya, hingga kutemukan ayat itu. Maka kusadari, bahwa jalan satu-satunya keluar dari segala kegalauan adalah ketakwaan.
Dan ketika jalan ketakwaan itu kutempuh, tiba-tiba Allah sudah lebih dulu menurunkan penyelesaian. Maha suci Allah”.

Sungguh, dikala sedang merasakan kebuntuan hati,
Seolah semua jalan keluar sudah tertutup rapat,
Maka saat itulah kesadaran penuh kembali terbuka betapa lemahnya kita,
dan betapa besarnya kekuasaan Allah SWT.

Menyadari kelemahan bukan berarti pasrah sebelum ikhtiar.
Bukan pula pembenaran atas segala kesalahan dan kecerobohan.
Namun sebagai bentuk bersandarnya hati
pada Dzat yang Maha Besar yaitu Allah SWT,
manakala semua langkah ikhtiar untuk keluar dari permasalahan sudah dicoba.

Ya Allah,
Perbaikilah kehidupan religiku, yang ia adalah benteng bagi segala urusanku..
Perbaikai urusan duniawiku yang padanya kehidupanku..
Perbaikilah akhiratku, yang kepadanya tempatku kembali..
Jadikanlah hidup ini sebagai lahan uapayaku menambah segala kebajikan,
dan jadikanlah mati sebagai titik henti bagiku dari segala keburukan..
Amin…

Tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply